17 Januari 2021 12:10 am

Sakit Bokong Menjalar ke Kaki : Sindroma Piriformis

Sakit Bokong Menjalar ke Kaki : Sindroma Piriformis
Sakit punggung bawah paling sering akibat Sindroma Piriformis. Lebih tepat disebut sakit bokong atau sakit pantat, bukan sakit punggung bawah. Sakit punggung bawah Sindroma Piriformis ini yang banyak disalah diagnosa sebagai sakit punggung karena saraf kejepit (HNP).Di bokong (pantat) kita, ada otot yang namanya Piriformis. Otot ini terletak kedalaman kurang lebih 6 cm dari permukaan bokong kita. Otot ini berfungsi memutar dan menarik tulang paha kita ke arah luar. Otot piriformis berfungsi juga sebagai ‘stabilizer’ atau tali penyangga dari tulang belakang kita saat kita berdiri dan beraktifitas.


Pada kondisi tertentu, otot piriformis  terpaksa kontraksi terus-menerus. Biasanya pada wanita dengan hiperlordotik tulang belakang lumbal (perut maju ke depan dan pantat mundur ke belakang) atau dengan tulang belakang yang sudah kaku karena usia. Bisa juga pada orang yang melakukan gerakan rotasi tulang paha yang berulang-ulang tiap hari. Misalnya supir angkot atau orang dengan Morton toe’s (jari telunjuk kaki lebih panjang dari jempol kaki).


Akibatnya, otot kelelahan, timbul asam laktat yang menyebabkan nyeri. Otot yang kontraksi terus-menerus juga bisa membentuk ikatan permanen diantara serabut-serabut ototnya. Akibatnya lagi, otot tidak bisa melemas secara otomatis walau kontraksi sudah berhenti, dan disertai nyeri yang menetap.Di sisi depan otot piriformis, ada saraf ischiadicus, yaitu saraf yang mempersarafi paha, tungkai dan kaki. Kadang saraf ischiadicus ini posisinya menembus otot piriformis. Jika otot piriformis menegang atau kontraksi terus menerus, bisa terjadi jepitan saraf ischiadicus.Akibatnya bisa timbul nyeri dan baal kesemutan di paha, tungkai dan kaki sesuai sepanjang persarafan saraf ischiadicus. Inilah yang sering disangka sebagai saraf kejepit akibat HNP di punggung bawah, karena area yang terkena nyeri dan baal kesemutan sama.



Pengobatan untuk sakit punggung akibat Sindroma Piriformis bukan hanya minum obat anti nyeri, tetapi meliputi perubahan kebiasaan sehari-hari, latihan peregangan otot, injeksi otot piriformis, hingga pembedahan jika semua tindakan sudah dilakukan tetapi tidak ada perbaikan.

Yang pertama harus dilakukan adalah merubah kebiasaan sehari-hari.
  1. Hindari aktifitas yang memicu kontraksi terus-menerus otot piriformis (misal hindari berdiri lama, jadi kalau memasak atau menyetrika baju harus sambil duduk di kursi tinggi).
  2. Hindari kontraksi otot berulang (misal hindari menyupir mobil saat macet lama, hindari dibonceng sepeda motor dalam waktu lama).
  3. Hindari posisi otot memendek dan menekan otot piriformis (hindari duduk sila di lantai, hindari duduk mengangkang/membuka paha dalam waktu lama).
Berikutnya otot piriformis yang kontraksi terus-menerus itu harus diregangkan setiap hari hingga lemas. Dengan cara menyilangkan paha dan menariknya hingga otot piriformis terasa teregang. Latihan berikutnya yang harus dilakukan juga adalah peregangan otot-otot penyangga tubuh dan penguatannya (core stability).






Jika anda menderita sakit punggung bawah, nyeri terutama di bokong, ada nyeri baal dan kesemutan di sepanjang anggota gerak bawah, atau anda didiagnosa saraf kejepit karena HNP dan dikatakan harus operasi, datanglah ke dokter yang tepat. Dapatkan pemeriksaan yang akurat dan penanganan yang benar dan efektif untuk sakit punggung bawah anda.

Pengobatan Sindroma Piriformis bukanlah pemberian obat nyeri kimia terus-menerus, tetapi berupa perubahan cara hidup, nutrisi yang dimakan salah satu yang terbaik untuk masalah sendi dan osteofit (tulang rawan) adalah dengan susu colostrum, latihan otot, injeksi dengan USG, serta pembedahan jika semua cara tidak berhasil.

Blog Post Lainnya